Menikmati Keindahan Wisata Pantai Batu Bolong, 3 Aktivitas Pagi Hari yang Dapat Dilakukan

Objek wisata Pantai Batu Bolong yang berlokasi di Canggu, Badung, Bali. (balihotnews/wonderful-Indonesia)

Balihotnews.com| BADUNG – Berjemur di pantai sambil ditemani terik sinar matahari mungkin tergolong aktivitas yang sering dilakukan.

Namun, bagaimana jika pergi ke pantai saat pagi hari dengan hawa yang sejuk dan matahari belum menunjukan dirinya?

Berjemur di pantai sambil ditemani terik sinar matahari mungkin tergolong aktivitas yang sering dilakukan.

Namun, bagaimana jika pergi ke pantai saat pagi hari dengan hawa yang sejuk dan matahari belum menunjukan dirinya?

Tak itu saja, bersama semilir angin, pemandangan laut di kawasan pantai Bali ini pun tak kalah ciamik.

Posisi matahari belum terlalu tinggi, namun langit sudah cerah dengan nuansa kombinasi ungu dan biru pastel.

Selain itu, pasir pantai yang biasanya panas saat mengenai kulit, pagi itu sangat sejuk dan dingin.

Tak ayal, jika suasana pantai sudah mulai banyak didatangi orang sejak pagi.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

Selain menikmati pemandangan dan udara sejuk, apa yang bisa dilakukan di Pantai Batu Bolong pada pagi hari?

1. Surfing

Jika kamu gemar dengan surfing, olahraga air ini bisa dilakukan ketika pagi hari di kawasan Pantai Batu Bolong, Canggu, Bali.

Hal ini tampak dari banyak orang yang menggotong papan seluncur untuk bersiap surfing.

Pantai Batu Bolong pun terkenal dengan ombaknya yang bersahabat bagi peselancar.

Matahari akan meninggi mulai pukul setengah tujuh pagi, dan mulai hangat menghangat 30 menit kemudian.

Tepat pukul tujuh pagi, biasanya gerai-gerai penyewa alat dan perlengkapan surfing mulai buka.

2. Lari pagi

Cuaca yang belum panas sangat ideal untuk melakukan lari pagi.

Momen ini dimanfaatkan di mana banyak orang-orang yang terlihat mencari keringat dengan cara berlari pagi di kawasan Pantai Batu Bolong.

Berita Terkait:  Simak 6 Makanan Indonesia yang Ternyata Punya Asal-usul Budaya dari Luar Negeri, Penasaran Apa Saja?

Para pengunjung juga banyak yang membawa anjing perliharaan untuk bermain di Pantai.

Pukul 7 sudah banyak dikunjungi pengunjung yang membawa anak kecil dan keluarganyaa.

Hanya sekedar bermain air, membuat istana pasir dan mencari kerang.

Jika berkunjung kemari hatip-hati dengan bulu babi yang terbawa arus sampai ketepi pantai.

3. Sarapan dan cari jajanan kecil

Setelah pulang dari pantai, enaknya makan makanan kecil yang manis-manis dan cari sarapan.

Nah, tak jauh dari Pantai Batu Bolong terdapat pasar tradisional.

Di sana kita bisa menemui jajanan dan nasi bungkus khas Bali yang murah meriah.

Terdapat lak-lak, yang bentuknya menyerupai serabi, tetapi lebih kecil dan cara makannya dengan ditaburi parutan kelapa dan gula merah Bali yang dicairkan.

Berita Terkait:  Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Lalu ada, Jaje Bantal yang terbuat dari ketan putih dan biasa diisi isian pisang, atau kacang merah atau kacang tanah.

Lalu dibungkus dengan janur muda dan diikat dengan tali yang terbuat dari bambu, sehingga bentuknya menyerupai bantal.

Kamu juga bisa menemui giling-giling, jajanan yang terbuat dari tepung kanji dengan cara digiling-giling hingga memanjang.

Biasanya berwarna merah muda cerah, putih atau hijau.

Disajikan sama dengan lak-lak yaitu dengan parutan kelapa dan gula merah Bali.

Lalu juga ada nasi bungkus, sate lilit ayam, nasi jenggo dan masih banyak lagi.

Soal harga jangan ditawar lagi, karena cukup murah.

Makanan ringan rata-rata seharga Rp 2.000;  sementara nasi bungkus dibanderol mulai dari Rp 3.000-Rp 6.000. (ani)

Berita Terkini