Kinerja Perbankan Tetap Solid Hingga Akhir 2025, OJK Pastikan Risiko Tetap Terkendali

Foto: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | JAKARTA – Menjelang tutup tahun, industri perbankan diproyeksikan menghadapi tekanan pada sisi likuiditas seiring meningkatnya penarikan dana operasional nasabah dan realisasi belanja pemerintah daerah. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa risiko perbankan masih berada pada level terjaga.

Hal ini tercermin dalam hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Triwulan IV-2025, yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Survei tersebut melibatkan 102 bank yang mewakili 99,25 persen total aset perbankan nasional.

Dian menyampaikan bahwa optimisme industri tetap kuat, namun tantangan likuiditas perlu dicermati di akhir tahun. Menurutnya, Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 66 (zona optimis).

Berita Terkait:  Gubernur Koster kembali Tinjau Depo Pesanggaran, Pastikan Pertamina Percepat Distribusi BBM ke SPBU

Likuiditas Tertekan, Risiko Tetap Terkendali

SBPO mencatat net cashflow perbankan diproyeksikan menurun, sementara cash outflow meningkat akibat penarikan dana operasional dan pembayaran belanja Pemda yang secara musiman menanjak pada kuartal akhir.

Namun, kondisi risiko industri tetap stabil. “Mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan IV-2025 masih terjaga dan terkendali,” tulis laporan SBPO.

Hal ini tercermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57, berada di zona optimis, didukung kualitas kredit yang tetap baik dan posisi devisa netto yang sehat dengan kondisi long position.

Optimisme Terbentuk dari Prediksi Ekonomi Menguat

Ekspektasi perbaikan ekonomi menjadi faktor utama optimisme industri. Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) mencapai 63, kembali ke level optimis setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti:

Berita Terkait:  OJK Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun hingga Juli 2026 Perkuat Ekosistem Berbasis Data

Penurunan BI Rate

Penguatan nilai tukar Rupiah

Meningkatnya konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru

Dampak stimulus pemerintah 8+4+5

Disisi lain, permintaan domestik yang meningkat diperkirakan turut mendorong inflasi.

 

Dorongan Kredit dari Sektor Produktif

OJK melaporkan bahwa ekspektasi terhadap kinerja perbankan juga menguat. Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78″ menunjukkan kepercayaan bahwa kredit masih akan tumbuh pada triwulan IV-2025.

Tiga sektor yang menjadi motor pertumbuhan kredit antara lain:

Industri pengolahan (tumbuh 8,64% yoy per September 2025)

Pertambangan dan penggalian (tumbuh 19,15% yoy)

Pengangkutan dan pergudangan (tumbuh 19,32% yoy)

Sementara itu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga diperkirakan tumbuh sejalan dengan kebutuhan pendanaan ekspansi kredit.

Berita Terkait:  10 Strategi Pasang Iklan di Marketplace yang Tingkatkan Visibilitas Penjualan Produk, Coba Terapkan!

Bank Optimis Target RBB 2025 Tercapai

Menjelang akhir tahun, bank mulai memproyeksikan pencapaian Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025.
Hasil SBPO menunjukkan sebagian besar bank tetap yakin target kredit dan DPK dapat tercapai meski kondisi likuiditas menantang.

SBPO yang dilakukan setiap triwulan ini digunakan untuk memetakan arah perekonomian, persepsi risiko, dan tendensi bisnis perbankan. Secara historis, hasil survei ini diakui akurat dalam memprediksi arah indikator ekonomi nasional (red).

 

Berita Terkini