Mahasiswa Didorong Jadi Agen Inovasi Adaptif untuk Masa Depan Pangan Indonesia

Foto: Akademisi Prodi Agroteknologi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., dalam Pelatihan Penulisan Proposal PKM yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Sabtu, 15 November 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Generasi muda kini memegang peran strategis dalam menjawab tantangan masa depan sektor pangan Indonesia. Bukan hanya sebagai penyusun skripsi, mahasiswa didorong menjadi agen inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang memfokuskan mereka pada ide orisinal, kebermanfaatan nyata dan inovasi adaptif di bidang pertanian.

Penegasan itu disampaikan akademisi Prodi Agroteknologi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., dalam Pelatihan Penulisan Proposal PKM yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Sabtu, 15 November 2025.

Menurut Muliarta, mahasiswa memiliki kekuatan besar dalam menciptakan gagasan yang segar dan kreatif. Dalam konteks pertanian modern, kreativitas tersebut harus diarahkan menjadi inovasi adaptif yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Berita Terkait:  Tantowi Yahya Dorong Kampus dan Industri Perkuat Kolaborasi Indonesia-China

“Tantangan pangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga keterbatasan lahan. Peran PKM masuk justru di sini. Kami mendorong mahasiswa untuk berpikir di luar kotak,” ujar Muliarta.

Ia menjelaskan bahwa berpikir di luar kotak berarti berani melepaskan diri dari pola konvensional. Mahasiswa didorong untuk menciptakan pendekatan baru, memanfaatkan teknologi, atau mengoptimalkan potensi lokal yang jarang dilirik. Dengan begitu, mereka mampu menghadirkan solusi yang relevan terhadap isu pertanian berkelanjutan.

Contoh konkret kreativitas yang dimaksud, kata Muliarta, dapat berupa inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi energi terbarukan maupun pengembangan sistem pertanian presisi berbasis aplikasi sederhana yang mudah dijangkau petani kecil.

“Kunci utama dari PKM adalah menghasilkan solusi bermanfaat yang dapat diimplementasikan. Sebuah ide, sekreatif apa pun, tidak akan berarti tanpa dampak nyata di lapangan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Forum PUSPA Bangli Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SMPN 1 Bangli

Pelatihan ini menjadi langkah nyata BEM Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal PKM yang berkualitas, utamanya di sektor pangan, sains, dan teknologi. Kreativitas mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan lokal. (red).

 

 

Berita Terkini