Balihotnews.com | PRAMBANAN – Candi Prambanan kembali menjadi pusat spiritualitas dan kebudayaan Nusantara dengan peluncuran “Prambanan Shiva Festival: The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony”. Kawasan suci warisan abad ke-9 ini berdenyut kembali sebagai ruang hidup spiritual Hindu yang menebarkan pesan perdamaian dan harmoni universal.
Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan spiritual selama sebulan penuh, mulai dari yoga massal, meditasi, seminar budaya, hingga puncak Maha Sivaratri Celebration, perayaan suci untuk merenungkan kesucian Dewa Siwa sebagai sumber energi kesadaran tertinggi.
Ketua Tim Kerja Prambanan, I Nyoman Ariawan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk kebangkitan spiritual di tengah kehidupan modern yang semakin materialistis.
“Kami ingin menghidupkan kembali Prambanan sebagai ruang spiritual yang menyatukan manusia dengan kesadaran spiritual. Festival ini adalah persembahan suci untuk Siwa, simbol kesadaran dan keseimbangan, yang sekaligus menjadi panggilan untuk menebarkan vibrasi damai bagi semesta,” ungkap Ariawan.
Ia menambahkan, rangkaian acara Prambanan Shiva Festival meliputi Shivaratri, Shiva Temple Run, Spiritual Tour, Pameran Lukisan Spiritual, Parade Budaya Nusantara, serta Malam Mahasivaratri sebagai malam suci pemujaan kepada Dewa Siwa dengan japa, dhyana, dan puja bersama di pelataran candi.
Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, I Ketut Budiasa, menekankan nilai universal ajaran Siwa yang menjadi dasar dari festival ini.
“Nilai-nilai Siwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Melalui festival ini, kita merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Inilah esensi spiritualitas Hindu yang relevan bagi perdamaian dunia,” urainya.
Dari perspektif keagamaan, Direktur Urusan Agama Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Gusti Made Sunartha, menilai bahwa festival ini merupakan bentuk nyata dari semangat moderasi beragama.
“Prambanan Shiva Festival adalah bentuk nyata moderasi beragama. Ia menggabungkan nilai keagamaan, budaya, dan edukasi dalam satu ruang dialog yang damai. Inilah cara kita menunjukkan bahwa spiritualitas Hindu berperan penting dalam membangun harmoni sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, menyebut Prambanan Shiva Festival sebagai daya tarik wisata budaya tingkat nasional dan internasional.
“Event ini dapat menjadi daya tarik wisata untuk meningkatkan pergerakan wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara khususnya wisata budaya,” terangnya.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, berharap momentum ini dapat memperkuat posisi Prambanan sebagai pusat ekonomi spiritual berbasis budaya.
“Kita harus bergerak bersama agar pariwisata berkarakter melalui momen Prambanan Shiva Festival tidak hanya berorientasi pada pengembangan spiritualitas saja, tetapi juga mencakup pelibatan aktif dengan lingkungan dan budaya setempat. Kami berkomitmen menciptakan pariwisata yang mampu memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan,” jelasnya.
Dengan mengusung tema “The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony,” festival ini mengajak masyarakat untuk menapaki kembali nilai-nilai luhur Siwa sebagai kesadaran, pengendalian diri dan penyatuan dengan alam semesta. Dimulai dari Saka Yoga, Candi Prambanan kembali hidup sebagai simbol kedamaian abadi dan peradaban spiritual yang menuntun harmoni dunia. (red).





