Balihotnews.com | BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga daerah.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan, Pemkab Badung akan segera merealisasikan pembangunan sport center terpadu sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus destinasi sport tourism di Bali.
Rencana pembangunan sport center itu akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembebasan lahan hingga penyusunan desain kawasan. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet berstandar modern sekaligus daya tarik wisata olahraga di wilayah Badung.
“Saya ingin ini menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti, yaitu pembangunan Sport Center Terpadu di Kabupaten Badung sebagai pusat pembinaan dan pengembangan atlet berstandar modern,” ujar Adi Arnawa saat acara penyerahan bonus atlet dan pelatih kontingen Badung pada Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (3/11/2025).
Selain itu, Adi Arnawa juga menegaskan akan melakukan revitalisasi venue olahraga yang representatif dan berstandar nasional, baik untuk kegiatan indoor maupun outdoor.
Ia juga menyiapkan pembangunan Kantor Sekretariat KONI Badung agar tata kelola organisasi dan sistem pembinaan atlet semakin profesional.
“Sebagai pembina olahraga Badung, saya berkomitmen penuh mendukung setiap langkah pembinaan dan pengembangan atlet lokal. Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi membangun sistem pembinaan berkelanjutan agar prestasi lahir dari kerja keras dan dedikasi anak-anak Badung sendiri,” tegas bupati asal Pecatu, Kuta Selatan itu.
Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan jajaran KONI Badung atas kerja keras mereka mengharumkan nama daerah di ajang Porprov Bali XVI.
“Kalian adalah kebanggaan kita semua. Jadilah teladan bagi generasi muda bahwa dengan kerja keras, integritas, dan semangat tulus ikhlas, tidak ada yang mustahil untuk diraih,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemkab Badung sempat merencanakan pengembangan kawasan GOR Mengwi menjadi sport center sejak 2020. Namun, rencana tersebut tertunda karena anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.*** (dre)







