Balihotnews.com | DENPASAR – Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, akan menjadi pusat perhatian publik pada 25–27 Oktober 2025 mendatang.
Desa pesisir di Bali Utara ini akan menggelar Festival Bahari bertajuk “Jaladhi Vistara”, sebuah ajang yang menggabungkan nilai budaya, konservasi laut, serta kebangkitan ekonomi lokal.
Menariknya, pembukaan festival ini sengaja bertepatan dengan Tumpek Wariga, hari suci yang dikenal sebagai momentum pemuliaan alam dan tumbuh-tumbuhan.
Kesakralan hari tersebut akan diisi dengan aksi monumental berupa penenggelaman fishdom, stupa, hingga patung Buddha di perairan Pantai Bondalem. Hal ini sebagai simbol harmoni antara spiritualitas dan pelestarian alam.
Turut hadir dalam momen bersejarah ini sejumlah tokoh penting seperti Ketut Sarjana Putra, ahli konservasi yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Conservation International Indonesia, Eka Mahardika dari Pemerintah Provinsi Bali, serta pemerhati sosial Benito Lopulalan.
Selain itu, dua instruktur konservasi asal Bondalem, Nyoman Sugiarta dan Komang Adi Sancaya, akan turut berbagi wawasan mengenai potensi bawah laut Bondalem yang kaya akan keindahan biota dan keragaman ekosistemnya.
36 Substrat untuk Rumah Baru Terumbu Karang
Menurut panitia, kegiatan inti festival akan diwarnai dengan penenggelaman 36 substrat hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan berbagai donatur.
Substrat tersebut berbentuk fishdom, stupa, hingga patung Buddha, yang nantinya akan berfungsi ganda sebagai rumah ikan sekaligus media penanaman terumbu karang baru.
“Struktur buatan ini akan menjadi habitat alami bagi ikan, dan di saat bersamaan, menjadi media tumbuh karang di zona-zona yang sudah ditentukan,” jelas salah satu panitia konservasi.
Ia menambahkan, sekitar 18–20 penyelam dari masyarakat dan undangan khusus akan terlibat langsung dalam aksi penenggelaman tersebut.
Festival ini bukan hanya selebrasi budaya laut, tetapi juga puncak kampanye pelestarian ekosistem pesisir Bondalem, yang merupakan bagian penting dari jaringan 5.000 terumbu karang dunia.
Penggagas Festival Bahari, Ngurah Paramartha, menegaskan bahwa semangat konservasi masyarakat Bondalem berangkat dari kesadaran kolektif bahwa pelestarian alam adalah investasi jangka panjang.
Ia menyebut, upaya yang dilakukan warga sejak tahun 2007 telah menunjukkan hasil nyata berupa pertumbuhan terumbu karang yang semakin sehat.
“Namun sayangnya, kami masih menemukan praktik ilegal seperti penangkapan ikan hias dan perusakan karang oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Pecalang laut Bondalem kini menjadi garda terdepan untuk menjaga wilayah ini,” ujarnya.
Tarik Dunia Lewat Lensa
Untuk memperkenalkan keindahan bawah laut Bondalem ke mata dunia, festival “Jaladhi Vistara” juga akan menggelar kontes foto bawah laut bertaraf internasional.
Hingga kini, tercatat 39 fotografer dari dalam dan luar negeri telah mendaftar. Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempromosikan Bondalem sebagai destinasi selam unggulan di Bali Utara.
Tidak hanya berfokus pada konservasi, festival ini juga akan menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, pameran produk lokal, dan kegiatan ekonomi kreatif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap warisan baharinya.
Dengan potensi biota laut yang melimpah, komitmen konservasi yang berkelanjutan, dan dukungan komunitas yang solid, Bondalem menargetkan diri sebagai salah satu spot diving dan snorkeling terbaik di Bali Utara.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Swasta
Ngurah Paramartha juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali Wayan Koster, Pelindo, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan laut Bali.
Sementara itu, Eka Mahardika dari Pokja Tim Penanggulangan Perusakan Ekosistem Sungai, Danau, dan Laut Pemprov Bali menegaskan, pemerintah provinsi memberikan dukungan menyeluruh, baik berupa pendanaan maupun endorsement untuk menggandeng pihak swasta.
“Melalui festival ini, kami berharap bisa mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekosistem laut serta memperkuat target konservasi terumbu karang di Bali,” pungkasnya. (red)





