Penyaluran KUR di Bali Capai Rp18,04 Triliun Hingga Juni 2025

Foto: Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, dalam kegiatan "Ngorte", Ngobrol Bersama Update Berita bersama awak media di Kantor OJK Provinsi Bali, Denpasar, Kamis, 18 September 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | ​DENPASAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali hingga bulan Juni 2025 telah mencapai Rp18,04 triliun.

Angka ini menunjukkan pencapaian 46,34% dari total target penyaluran KUR tahun 2025. ​Apalagi, KUR terbesar disalurkan ke sektor perdagangan dan pertanian.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, dalam kegiatan “Ngorte”, Ngobrol Bersama Update Berita bersama awak media di Kantor OJK Provinsi Bali, Denpasar, Kamis, 18 September 2025.

Menurutnya, realisasi KUR di Bali didominasi oleh dua sektor utama meliputi Perdagangan dan Eceran, dengan mendapatkan alokasi terbesar persentase 40,61%. Sementara itu, sektor Pertanian menyusul dengan persentase 20,85%.

​Sektor lain yang juga menerima porsi signifikan adalah Jasa Masyarakat, Sosial, Budaya dan Hiburan sebesar 12,15% yang mencerminkan dukungan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Berita Terkait:  Memahami Konsep Media Promosi Online dan Offline yang Paling Efektif saat Ini, Bisa Meningkatkan Penjualan  

​Secara geografis, lanjutnya penyaluran KUR di setiap Kabupaten/Kota di Bali menunjukkan angka yang bervariasi:
• ​Kabupaten Badung menjadi yang tertinggi dengan plafon KUR mencapai Rp813 miliar.
• ​Kota Denpasar menyusul dengan plafon sebesar Rp853 miliar.
• ​Kabupaten Gianyar sebesar Rp736 miliar.

“​Pencapaian ini menunjukkan peran penting KUR dalam mendukung pergerakan ekonomi lokal dan nasional, terutama dalam membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya ditengah tantangan ekonomi,” pungkasnya. (red).

 

Berita Terkini