Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Rehabilitasi sosial bagi warga binaan bukan sekadar program formalitas, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai hidup baru.
Hal itu ditekankan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat membuka kegiatan Rehabilitasi Sosial di Aula Rutan Negara Kelas IIB Klungkung.
Menurutnya, masa pidana yang dijalani narapidana seharusnya menjadi momentum untuk introspeksi, bukan akhir dari segalanya.
“Kegiatan rehabilitasi sosial ini adalah bukti nyata komitmen kita. Warga binaan diberikan bekal dalam tiga aspek penting, yaitu mental dan karakter, sosial, serta kemandirian,” ujar Satria.
Ia menegaskan bahwa stigma masyarakat terhadap mantan narapidana hanya bisa dipatahkan bila mereka mampu membuktikan perubahan nyata. Karena itu, ia meminta warga binaan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah disediakan negara.
“Ingatlah bahwa masa lalu bukanlah penentu masa depan, yang menentukan adalah sikap kita hari ini,” pesannya.
Lebih jauh, Bupati menilai rehabilitasi sosial memiliki arti strategis dalam menciptakan reintegrasi yang sehat.
Dengan bekal keterampilan, konseling, serta pembinaan karakter, warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri.
Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satriyo, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan yang dijalankan meliputi konseling individu dan kelompok, pelatihan keterampilan, hingga program peningkatan karakter.
“Melalui program ini diharapkan peserta mampu menjalani proses pemulihan secara optimal sehingga dapat mencegah kekambuhan,” ujarnya.
Dengan adanya pembinaan berkesinambungan, pemerintah daerah dan pihak Rutan berharap para warga binaan mampu bangkit, meninggalkan masa lalu, serta memulai perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih baik. (red)





