965 Personel Polda Bali Amankan Pawai Ogoh-Ogoh Denpasar, Fokus Enam Titik Strategis

Foto: Apel kesiapan pengamanan langsung dipimpin Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., di halaman belakang Mapolda Bali, Rabu, 18 Maret 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR –  Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948, pengamanan pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar diperkuat. Polda Bali menurunkan sebanyak 965 personel untuk memback up Polresta Denpasar demi memastikan rangkaian malam pengerupukan berjalan aman dan tertib.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bali yang tengah merayakan momentum budaya dan spiritual.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan apel yang dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., di halaman belakang Mapolda Bali, Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam arahannya, Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., menekankan bahwa pengamanan di Bali memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan dua perayaan besar keagamaan, yakni Nyepi dan Idul Fitri.

Berita Terkait:  Penyidik Kasus Sabu di Jimbaran Dilaporkan ke Propam Gegara Abaikan Rehab

“Hari ini kita akan mengamankan pawai ogoh-ogoh dari sore hingga malam, bahkan dimungkinkan berlangsung hingga pagi. Kita memback up Polresta Denpasar di enam titik, yakni Simpang Catur Muka, Simpang Tohpati, Simpang Cokroaminoto–Maruti, Simpang Teuku Umar, Simpang Kamboja–WR Supratman, dan Simpang Pasar Sanglah, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis di Denpasar guna mengantisipasi kepadatan serta potensi gangguan kamtibmas selama pawai berlangsung.

Selain itu, seluruh personel yang terlibat, baik dalam Operasi Ketupat maupun penebalan pasukan, diminta untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang.

Pendekatan humanis juga menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan. Personel dihimbau untuk menjaga sikap dan komunikasi agar tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Berita Terkait:  Sengketa Tanah Pura Balangan, Pihak Pengempon Siap Lapor Balik Eks Kepala BPN Bali

“Kehadiran Polri harus memberikan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai justru menimbulkan ketidaknyamanan. Jika ada permasalahan, lakukan pendekatan secara persuasif,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjaga keharmonisan sosial.

Ia menilai sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di Bali.

“Polda Bali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam pelaksanaan perayaan keagamaan ini. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan situasi yang aman, damai, dan penuh toleransi,” ujarnya.

Dengan dukungan ratusan personel serta pendekatan humanis, Polda Bali optimistis pawai ogoh-ogoh di Denpasar dapat berlangsung lancar dan menjadi simbol kuatnya toleransi serta kebersamaan di Pulau Dewata. (red).

Berita Terkait:  Hakim PN Denpasar Nyatakan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Tak Sah, Harus Langsung Bebas

Berita Terkini