3 Sarapan yang Berbahaya untuk Jantung Menurut Ahli Gizi, Nomor 2 Paling Sering Dikonsumsi!

Aneka kue dan jajanan, yang sebaiknya dihindari saat sarapan. (balihotnews/dok.tokopedia)

Balihotnews.com | DENPASAR – Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting untuk memulai hari.

Namun, tidak semua menu sarapan baik untuk tubuh, terutama untuk kesehatan jantung.

Elvin Malkan, seorang penasihat gizi, lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, mengingatkan bahwa ada tiga jenis sarapan yang sebaiknya dihindari.

Menurut Elvin, banyak orang sering meremehkan porsi kecil atau jenis makanan tertentu.

Padahal, jika dikonsumsi setiap hari, justru bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berikut tiga sarapan yang dinilai berbahaya untuk jantung:

1. Kue dan Jajanan Pasar

Makanan manis seperti kue basah atau jajanan pasar kerap dianggap “ringan” sehingga aman dikonsumsi pagi hari.

Berita Terkait:  Warga Madura Banjarangkan Laksanakan Tradisi Kuno “Ngaro” di Tengah Malam

Namun, Elvin mengingatkan bahwa di balik ukurannya yang kecil, jajanan ini mengandung gula sederhana dalam jumlah tinggi.

“Kecil kok, dikit kok. Tapi gula sederhananya tinggi,” ujar Elvin dalam unggahan Instagramnya.

Jika dikonsumsi setiap hari, gula berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Kerusakan ini berpotensi memicu penumpukan plak dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.

2. Gorengan

Menu sarapan yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah gorengan.

Harganya murah, rasanya gurih, dan mudah didapatkan di pinggir jalan.

Namun, Elvin mengingatkan bahwa gorengan sangat berbahaya jika dijadikan menu rutin.

Minyak yang digunakan untuk menggoreng biasanya dipakai berulang kali, sehingga kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi.

Berita Terkait:  BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

Lemak jenuh inilah yang bisa mengganggu kesehatan pembuluh darah bila dikonsumsi setiap hari.

Dalam jangka panjang, kebiasaan makan gorengan bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi hingga penyakit jantung.

3. UPF (Ultra Processed Food)

Makanan ultra proses atau UPF juga menjadi salah satu jebakan yang sering tidak disadari banyak orang, terutama ibu-ibu.

Menurut Elvin, banyak yang menganggap UPF praktis dan simpel untuk sarapan, padahal justru berbahaya.

UPF umumnya mengandung natrium, pengawet, serta lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Jika rutin dikonsumsi, makanan jenis ini bisa membebani kerja jantung dan memicu gangguan kesehatan serius.

Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat

Elvin Malkan menyarankan agar masyarakat lebih bijak memilih menu sarapan.

Berita Terkait:  Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” Sasar Tiga Lokasi di Kabupaten Karangasem 

Beberapa alternatif sehat yang bisa dicoba antara lain telur rebus dan alpukat.

Kedua bahan ini kaya protein, lemak sehat, serta lebih aman untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

“Baiknya tiga itu tadi dihindari. Pilihlah makanan yang benar-benar memberi energi sekaligus menjaga tubuh tetap sehat,” pesan Elvin.

Dengan mengetahui risiko dari menu sarapan yang tampak sepele, diharapkan masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga pola makan.

Ingat, menjaga jantung berarti menjaga kualitas hidup jangka panjang. (ani)

Berita Terkini