Menjambret Kalung Emas di Tiga Lokasi, Residivis Dibekuk

jambret (baju orange) saat dipamerkan polisi dalam press realease
GIANYAR, balihotnews.com – Kasus jambret yang meresahkan warga Gianyar akhirnya sedikit terkuak. Pelaku jambret, Sigit Hidayat Jati, 36, warga Jalan Puputan Klungkung kembali ditangkap polisi pada Sabtu (5/8) pukul 04.30. Sigit yang juga debt colector dan residivis itu, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran menjambret di tiga lokasi berbeda.
Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni didampingi Kanit, Iptu Reza, menyatakan pengejaran terhadap Sigit berlangsung sejak lama. Penangkapan pelaku berkat rekaman CCTV dan laporan masyarakat. “Foto ini yang membuat pelaku bisa kami amankan,” ujar AKP Marzel, saat press reales.
Dalam foto hasil rekaman CCTV tersebut, terekam pelaku mengendarai motor Vespa seharga Rp 40 juta, DK 5398 MT. Saat beraksi, pelaku selalu mengenakan jaket dan celana panjang hitam. Sigit juga mengenakan sepatu warna cokelat. “Plat motor di bagian belakangnya sempat dicat pilok, sehingga tidak terlalu kelihatan,” jelas Marzel.
Setelah menelusuri si jambret, polisi mendapati pelaku tinggal di kontrakannya di Jalan Mekar II, Kepaon Denpasar Selatan. Setelah bukti lengkap, polisi langsung menggerebek kontrakan Sigit pada Sabtu lalu pukul 04.30.
Si jambret langsung dikeler ke Mapolres Gianyar dan dia mengakui pernah beraksi di tiga tempat di Gianyar. Pertama, kasus yang dilaporkan Jumat lalu (21/7) pukul 17.30, di Jalan Mulawarwan. Sebuah kalung emas seharga Rp 3 juta milik korban Sudarmini dijambret saat membawa motor di dekat rumahnya.
“Sasarannya pasti perempuan. Caranya dia sasar yang kelihatan kalung emas,” jelas AKP Marzel. Lalu, mangsanya dipepet dan mengambil kalung menggunakan tangan kiri. “Sebelum ngambil kalung, pasti manggil dulu. Buk, buk, langsung ditarik kalungnya,” ungkapnya.
Kasus kedua, di Jalan Raya Sukawati di depan toko Delta dengan barang bukti kalung emas seharga Rp 2,5 juta. Lalu, kasus ketiga terjadi di Jalan Raya Tulikup Gianyar. “Kasus kedua dan ketiga tidak dilaporkan. Tapi korbannya mau melapor nanti,” terangnya.
Selain mengamankan si jambret, polisi juga menyita barang bukti, motor Vespa yang dipakai beraksi. Polisi juga mengamankan tas kompek yang didalamnya ada dompet yang berisi uang Rp 100 ribu. Dalam beraksi, si jambret selalu membawa jimat berbentuk tokoh wayang Malen.
Lanjut AKP Marzel, kasus jambret lainnya di Gianyar sedng ditelusuri lebih lanjut. “Ada pemain lain, kami masih kejar,” tukasnya.
Sementara itu, si jambret, Sigit mengaku menyesali perbuatannya. Sigit yang menjalani usaha rentenir ibunya mengaku kekurangan uang. “Istri saya lagi hamil anak ketiga. Saya lagi butuh uang tambahan,” ujar Sigit.
Diakui Sigit, upaya menjambret jadi jalan terakhirnya. “Saya tidak tahu mau bagaimana lagi,” sesalnya. Ditanya soal jimat Malen, Sigit mengaku tidak tahu apa fungsi dan namanya. “Itu saya dapat dari kakek,” tukasnya.
Atas perbuatannya, residivis atas kasus jambret pada 2010 lalu itu pun dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (tia)




Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.