Wastra Palinggih Ini Tak Tersentuh Api Saat Kebakaran Pasar Kidul

Wastra palinggih di pasar Kidul tidak tersentuh api
Utama -Wastra Palinggih Ini Tak Tersentuh Api Saat Kebakaran Pasar Kidul
ft ist-Api membara di lantai 2 pasar Kidul

BANGLI, balihotnews.com – Pasar Kidul, yang terletak di jantung kota kabupaten Bangli lagi-lagi mengobarkan api pada Senin, 6 Maret pukul 04.30. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian, ada 10 toko di lantai 2 yang dilalap api. Dan menurut kepolisian, penyebabnya adalah konslet dan kerugian material mencapai Rp 800 juta. Namun kuasa Sang Hyang Widhi ditunjukkan saat kebakaran, sebuah palinggih di Kaja-Kangin dengan saput atau wastra poleng (hitam putih) tidak tersentuh api.

Saat kejadian kebakaran terjadi, seluruh barang dagangan di los lantai 2 yang terletak di bagian Kaja-Kangin atau Timur Laut semuanya ludes di lalap api. Dagangan yang terdiri dari sarana upacara itu mudah terbakar dan merembet ke seluruh penjuru pasar di lantai 2.

Beruntung kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bangli dibantu Damkar Gianyar dan Klungkung bisa cepat memadamkan api sehingga tidak merembet ke seluruh toko.

Pasca kebakaran, banyak pedagang menangis histeris. Bahkan, sampai ada pedagang dirawat di rumah sakit karena jantungan melihat dagangannya ludes.

Pantuan balihotnews.com di TKP, para pedagang yang masih tabah berusaha datang kembali dan mencari puing-puing sisa kebakaran. Puing yang dicari berupa pis bolong dan bokor. “Kami sedang mengupayakan untuk relokasi pedagang yang terkena musibah,” ujar Kadisperindag Bangli, I Nengah Sudibia.

Akan tetapi, yang luput dari perhatian adalah sebuah palinggih yang terletak pada los Kaja-Kangin atau Timur Laut yakni sebuah palinggih berbentuk padmasana. Palinggih tersebut bersaput atau mewastra poleng (hitam-putih) itu justru tak tersentuh api sama sekali.

Padahal kobaran api begitu besar sekali. “Ini kekuatan Sang Hyang Widhi,” ujar salah satu penonton yang juga pedagang terheran-heran sambil menyimak sisa kebakaran.

Salah satu pedagang yang selamat dari amukan api, menyatakan palinggih itu merupakan palinggih umum yang biasa dipakai sembahyang oleh pedagang. Setiap hari, pedagang juga kerap menghaturkan banten di palinggih itu. (eca)




Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.