Saber Pungli Bangli Cuma Tangkap Tukang Parkir

Utama

KINTAMANI, balihotnews.com – Jajaran tim Saber Pungli Polres Bangli menangkap 4 petugas parkir yang melakukan pungutan liar atau pungli di kawasan wisata Kintamani, Bangli. Tim yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bangli pada hari Minggu, tgl 12 Februari 2017 telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap petugas pemungut karcis retribusi pariwisata Kawasan Wisata Kintamani.

Ada dua tempat  kejadian perkara penangkapan yakni  Pos Pemungutan karcis pariwisata di Banjar Petung, Desa Batur Tengah, Kecamatan  Kintamani, Bangli.  Pos Pemungutan karcis Pariwisata di Simpang tiga menuju Desa Sekaan, Jalan Raya Kintamani Singaraja, wilayah Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli.
Pelaku yang diamankan  di TKP pertama adalah I N D D (47), I K S (47 ). Lalu di TKP kedua, yang ditangkap adalah I N M (46) dan I N L  (47). Penangkapan dilakukan setelah personil Sat Reskrim Polres Bangli telah melakukan Penyelidikan tentang tindak pidana Korupsi (pemberantasan Pungli secara efektif dan efesien) di wilayah hukum Polres Bangli.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 12 Pebruari 2017 sekira pukul 14.00 wita telah melakukan operasi tangkap tangan ( OTT ) terhadap petugas pungut karcis Restribusi di kawasan obyek wisata Kintamani. Mereka ditemukan memungut karcis pariwisata melakukan pemungutan tidak sesuai dengan ketentuan yang dilakukan diantaranya dengan cara menerima uang tidak memberikan karcis kepada guide, sopir atau tamu.

Pelaku memberikan karcis tidak sesuai dengan tamu di dalam mobil dengan contoh tamu berjumlah 8 namun diberikan karcis sejumlah 6 lembar. Pelaku juga jail karena memberikan karcis lokal kepada tamu asing namun pembayaran dengan menggunakan pembayaran sesuai dengan karcis asing contohnya memberikan karcis lokal / domestik senilai Rp. 16.000,- namun uang yang dipungut senilai Rp. 31.000,-sehingga terhadap pelaku dan barang bukti langsung diamankan dan di bawa ke Polres Bangli untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Barang Bukti yang diamankan di TKP pertama  uang tunai Rp. 18.620.000,- (delapan belas juta enam ratus dua puluh ribu rupiah ), 462 lembar tiket masuk WNA Rp. 31.000,- 45 lembar tiket masuk WNA anak Rp. 25.000,- 397 lembar tiket domestik Rp. 16.000,- 12 lembar tiket domestik Rp. 10.000,- 108 lembar tiket masuk kendaraan roda empat Rp 2.000,– 51 lembar tiket masuk Bis  Rp. 5.000,- 75 lembar tiket masuk roda dua  Rp. 1.000,-  1 ( satu ) buah buku laporan harian loket petung. – 1 ( satu ) buah tas gendong warna koklat.
Sementara pada TKP kedua diamankan uang tunai Rp. 11.478.000,- (sebelas juta empat ratus tujuh tujuh delapan ribu rupiah, 179 lembar tiket masuk WNA Rp. 31.000,-  53 lembar tiket masuk WNA anak Rp. 25.000, 200 lembar tiket masuk domestic Rp. 16.000,- 83 lembar tiket masuk domestik anak Rp. 10.000,- 38 lembar tiket masuk kendaraan roda empat Rp 2.000,- 49 lembar tiket masuk Bis  Rp. 5.000,- 40 lembar tiket masuk roda dua Rp. 1.000,-. (yes)

Tinggalkan Balasan