Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi Jadi Rumah Hantu

Tampak depan RPH Temesi seperti rumah hantu

GIANYAR, balihotnews.com – Rumah potong hewan (RPH) Mergantaka Mandala yang ada di Banjar/Desa Temesi, Gianyar, Bali, mangkrak. RPH yang sempat beroperasi beberapa tahun lalu, kini terbengkalai. Bangunan yang diresmikan Gubernur Bali, Dewa Made Beratha pada Rabu 16 Juli 2005 lalu dan sempat beroperasi beberapa saat, namun kini bangunan itu terkesan seperti rumah hantu.

Utama -Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi Jadi Rumah Hantu
RPH Temesi ini mangkrak dan sudah menyedot biaya besar

Ironisnya bangunan tidak terurus, ditumbui semak-semak. Alat-alat potong katagori canggih banyak yang rusak dan banyak yang hilang.  Pengamatan dilokasi pintu masuk digembok, tidak ada aktivitas sama sekali. Hanya saja ada lubang kecil untuk masuk bagi petani untuk mencari rumput diareal RPH.

Bangunan yang merupakan bantuan pemerintah pusat, pemerintah Propinsi dan Kabupaten Gianyar dengan nilai miliaran rupiah kini ditumbuhi semak-semak. Banyak pintu yang sudah rusak dan terbuka.Karena puluhan tahun terbengkelai dan mangkrak, alat-alat potong sapi yang tergolong canggih diperkirakan banyak yang rusak dan banyak yang hilang. Buktinya alat-alat yang ada diluar atau di emper bangunan sudah banyak yang karatan.
RPH ini sudah dilengkapi fasilitas seperti listrik dengan kafasitas cukup besar dan  air. Demikian juga akses jalan menuju RPH cukup lebar dan jalannya  nampak masih bangus. 
Petani sekitar yang sempat dimintai komenternya mengaku tidak tahu penyebabnya bangunan ini mangkrak. Pihaknya berharap pemerintah kembali mengoperasikan RPH tersebut. Sebab sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat untuk jual sapi.
Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan RPH itu dibangun saat dirinya menjadi Ketua DPRD Gianyar.
Dikatakan, RPH tersebut dibangun dengan dana pusat untuk mengadaan alat-alat potong hewan, untuk bangunan RPH dibantu pemerintah propinsi Bali dan untuk pembebasan atau pengadaan tanah merupakan dana Kabupaten Gianyar.
Menurut Wakil Bupati Gianyar, awalnya RPH Temesi dikelola Perusahaan Daerah Mandara Giri, Gianyar. RPH ini rencana untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat Bali khususnya hotel-hotel. RPH ini sempat berjalan cukup bagus dimana pemotongan sapi mencapi 20 ekor/harinya.

BACA JUGA: RPH Temesi Gonta-Ganti Pengelola Sejak Dibentuk
Bahkan sempat ada MoU dengan perusahaan dari Jakarta dan daging tersebut dikirim ke Jakarta.
Karena mangkrak, kedepan RPH diapakan?pria asal Payangan ini mengaku dirinya akan mengecek lokasi kemudian akan dikaji kembali.”Kami akan cek dulu kelokasi untuk selanjutnya akan dilakukan kajian,” tutup Wabup Mahayastra. (yes)

BACA JUGA: Pura di RPH Temesi Tetap Dibanteni Oleh Keluarga Petani




Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.