RPH Temesi Gonta-Ganti Pengelola Sejak Dibentuk

Utama

GIANYAR, balihotnews.com – Menurut Perbekel Desa Temesi, I Nyoman Gede Suparta, selama dia menjabat sebagai perbekel selama 7 tahun, sudah banyak pengelola Rumah Potong Hewan (RPH) yang angkat tangan. “Terakhir itu 2014, yang mengelola tidak bisa lagi meneruskan,” ujar Suparta.

Banyaknya pengelola RPH yang menyerah mengelola RPH ada banyak hal. Pertama jalan menuju RPH terlalu masuk ke pelosok membuat akses usaha menjadi sulit.

“Hanya mobil box yang bisa masuk. Kalau truk besar tidak bisa masuk. Bagaimana meimpas (papasan),” ujarnya. Pengembang terakhir yang sempat mengelola, dari Buleleng sempat curhat ke perbekel jika pengusaha perlu akses yang besar. “Harapannya (truk) kontainer bisa masuk. Kalau sekarang tidak mungkin kontainer masuk karena jalan sempit dan berliku masuk ke desa,” jelasnya.

Selama ini, sudah ada rencana untuk menyambungkan jalur di RPH Temesi itu menuju Jalan By Pass Ida Bagus Mantra ke arah Selatan. “Ada yang sudah dibebaskan 800 meter. Untuk tembus itu perlu 1,8 kilo meter,” jelasnya.

Ditanya mengenai pengambilalihan RPH oleh pihak desa, Perbekel enggan untuk mengurusi RPH itu. “Kami takut mengelola, karena kemarin (2014) ada kasus pengadaan lahan,” tandasnya.

Pihak desa juga tidak tahu kepemilikannya RPH tersebut. “Katanya anggaran dari pusat, lalu tanah dari pemda dan juga ada anggaran dari provinsi, jadi kami tidak berani,” pungkasnya. (yes)

BACA JUGA: Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi Jadi Rumah Hantu

BACA JUGA: Pura di RPH Temesi Tetap Dibanteni Oleh Keluarga Petani

Tinggalkan Balasan