Banjar Jaba Jero Palak Pekerja Bayar Kipem Padahal Warga Itu Tak Tinggal di Kuta

KUTA, balihotnews.com – Arogansi berkedok desa adat dilakukan aparat desa di Banjar Jaba Jero, desa pakraman Kuta, kecamatan Kuta. Banjar di sana mengeluarkan aturan nyeleneh dengan menggelar sidak ke tempat usaha.

Yang tambah aneh, pekerja tempat usaha dikenakan Kipem (Kartu Penduduk Pendatang). Kejanggalan itu dialami Ni Luh Novi seorang warga Gianyar.

“Sudah merasa tidak nyaman tinggal d pulau sendiri. Saya punya E-Ktp bali,saya asli bali,,,saya tinggal di Gianyar,,kerja d KUTA,saya tidak kos atau menetap di kuta, saya berangkat dari Gianyar,,apakah perlu saya membikin KIPEM???,” ujar Novi dari pesan sosialnya, Jumat (10/2).

Dia mengaku disidak saat kerja. “Dengan kasarnya pihak terkait, dan di paksa untuk ke banjar, saya tidak mempermasalahkan uangnya,,,tetapi apakah memang seperti ini apa bagaimana?? Jika saya membayar iuran sekian,,,kenyamanan apa dan pelayanan apa yang saya dapat????,” keluhmya.

Novi sendiri bingung sekaligus keberatan karena tidak indekos di Kuta tapi malah diminta membayar Kilem. “Sedangkan saya tidam menepat d daerah tersebut,,,dan di formulir itu di tuliskan alamat palsu,,” ujarnya geram.

Dia pun menanyakan ke Gubernur dan Wakil Gubernur untuk apa ada KTP Bali. “Fungsi E-Ktp Bali apa????,” tanyanya. Yang paling jengkel, dia malah dipaksa tandatangan mengakui dia tinggalndi Kuta. (yes)




Be the first to comment