15 Ton Ikan Mati Akibat Semburan Belerang Danau Batur

Ikan mati di danau Batur disebabkan karena kandungan belerang di danau yang terlampau tinggi

BANGLI, balihotnews.com – Beberapa hari terakhir, belerang menyembur keras dari celah-celah tanah di kawasan wisata danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Mengakibatkan ribuan ikan seberat 15 ton di kawasan danau tawar itu mati secara bertahap. Yang mengeluh adalah peternak ikan Keramba Jaring Apung (KJA).

Peternak ikan yang mengeluh berasal dari wilayah desa Buahan dan desa Kedisan. Petani mengalami kerugian rata-rata mencapai puluhan sampai ratusan juta rupiah. Pantauan balihotnews.com, air danau tampak keruh. Dan di pinggir danau ada saja ikan yang mati mengapung.

Salah satu petani menyatakan tidak berani menjual ikan yang sudah mati itu. “Takutnya ada bakteri, karena mati tidak wajar. Ini terpaksa kami buang saja,” keluh peternak. Peternak pun cuma bisa cemberut dan pasrah. Peternak tampak memungut bangkai ikan itu. Dari Bidang Kebersihan Lingkungan Hidup Bangli pun ikut membantu petani mengangkut ikan dibuang menuju TPA.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, sejauh ini sudah ada 15 ton ikan mati. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Wabah Belerang Biasa Terjadi Pada Juni-Agustus

Kepala PKP Bangli, Sukarta, menyatakan wilayah yang paling parah kena semburan belerang ada di desa Buahan. Di Buahan disebutkan ada sekitar 25 peternak ikan yang mengalami kerugian besar. “Hasil pengecekan kami ke bawah, wilayah desa Buahan total ikan yang mati kurang lebih sekitar Rp 15 ton dengan kerugian mencapai kurang lebih Rp 400 juta,” ujarnya. (ibo)




Be the first to comment