Balihotnews.com | BADUNG – Bali kembali menjadi pusat perhatian dunia telekomunikasi melalui ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025. Konferensi internasional yang digagas PT Telkom Indonesia lewat anak usahanya, Telin, mencatat rekor dengan 1.780 peserta, meningkat tajam dibandingkan 1.300 peserta tahun lalu.
Kehadiran lebih dari 600 perusahaan global, terdiri dari 126 perusahaan asal Indonesia dan 480 dari berbagai negara, menunjukkan makin besarnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai pemain penting di sektor digital dan telekomunikasi.
CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba, menyebut BATIC 2025 sebagai wadah penting pertukaran ide dan kolaborasi global.
“Ini adalah cara kami berkontribusi dalam teknologi dan tren isu, serta meningkatkan layanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Direktur Wholesale & International Business, Honesti Basyir, menekankan pentingnya sinergi antar-pelaku industri.
“Semua partisipan dan delegasi di acara BATIC ini bisa berbagi ide, baik tentang peluang bisnis maupun tantangan teknologi, termasuk investasi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa transformasi industri telekomunikasi kini digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi cloud.
“Teknologi AI dan teknologi cloud mendorong kebutuhan baru terhadap infrastruktur yang berlipat,” ungkap Dian.
Menurut Dian, fenomena konvergensi antara jaringan, platform, dan layanan membuka peluang ekonomi digital baru. Namun, ia juga mengingatkan tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.
Untuk itu, Telkom menyiapkan tiga strategi utama: memperkuat ketahanan jaringan, mengintegrasikan layanan cloud dan pusat data, serta mengembangkan solusi digital lintas sektor termasuk pemerintahan daerah.
Dengan rekor partisipasi dan semakin luasnya jejaring internasional, BATIC 2025 dipandang bukan sekadar konferensi teknologi, melainkan langkah nyata untuk mengukuhkan Indonesia, khususnya Bali, sebagai simpul penting dalam peta telekomunikasi global. (rhm)





